Selasa, 27 November 2018

HMJ Dakom: Seminar Parenting Beri Pemahaman tentang Pola Asuh

IAIN Parepare--- Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Dakwah dan Komunikasi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare menggelar seminar parenting di Auditorium IAIN Parepare, Senin (26/11).

Dengan mengangkat tema pola asuh orangtua ditinjau dari aspek kekinian yang sering diistilahkan zaman now. Seminar parenting ini dapat memberi pengetahuan mengenai cara mengasuh dan mendidik bagi para orangtua khususnya para mahasiswa calon Ayah dan Ibu bagi anak-anaknya kelak.



Ketua HMJ Dakwah dan Komunikasi (Dakom), Muhammad Yurham mengungkapkan sebanyak 200 peserta yang terdiri dari berbagai kalangan mulai dari mahasiswa, dosen hingga guru sekolah serta ustadz-ustadz yang ada di sekitar kota Parepare.

Lebih lanjut Yurham berharap seminar ini dapat memberikan pemahaman tentang pola asuh yang baik dan benar serta bekal dalam membina keluarga sejahtera. Seminar ini juga merupakan program kerja terakhir yang dilaksanakan HMJ Dakom menjelang pergantian pengurus baru.

Hadir pemateri Raden Ahmad Affandi, S. Psi, M. Psi (Dai Nasional dan seorang Psikolog). Salah satu peserta seminar, Rahmah mengaku seminar parenting ini sangat bermanfaat.

"Sangat bermanfaat karena dapat menjadi bekal dalam memberikan pengasuhan kepada anak. Seminar tersebut tidak hanya penting bagi yang sudah punya anak tapi juga penting bagi yang belum punya anak maupun yang belum menikah
Apalagi dengan narasumber yang berpengalaman dan luar biasa," tanggap Rahmah saat diwawancarai via whatsapp (27/11).

Sumber foto: Panitia

 

Workshop Muamalah, Hadirkan Praktisi dan Akademisi

IAIN Parepare--- Program studi (Prodi) Ekonomi Syariah (muamalah) jurusan Syariah dan Ekonomi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare melaksanakan workshop Muamalah di Aula IAIN Parepare, Selasa (27/11).

Workshop yang dihadiri ratusan peserta ini mengusung tema Inovasi Akad pada Lembaga Keuangan Syariah.

Ketua Panitia, Abdul Hamid mengungkapkan akan pentingnya inovasi akad pada lembaga keuangan syariah. Dalam setiap tahun, memang sudah menjadi tradisi oleh setiap Prodi untuk melaksanakan workshop guna penguatan prodi khususnya mahasiswa.

Sementara Ketua jurusan Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Parepare, Budiman menyambut baik kegiatan ini.

"Akad-akad yang kita praktikkan hari ini masih yang dipraktikkan oleh ulama-ulama lalu tentu ketinggalan zaman maka perlu inovasi.  Saya menyambut baik kegiatan workshop ini yang akan membahas inovasi-inovasi. Ini akan menjadi pendorong  terutama yang terkait kajiannya," ucap Budiman, sebelum membuka kegiatan.

Lebih lanjut Budiman juga berharap agar para peserta tidak hanya sekedar hadir namun benar-benar memahami apa yang akan disampaikan oleh narasumber.

Adapun narasumber dalam workshop ini di antaranya pertama, Rio Subagio seorang praktisi perbankan dengan moderator Moh. Yasin Soemena dan narasumber kedua Dr. Fikri dari kalangan akademisi dengan moderator I Nyoman Budiono.



Dengan dihadirkan narasumber dari kalangan praktisi dan akademisi, para peserta diharapkan mampu memahami materi baik secara teori maupun secara praktis sesuai dengan kondisi real zaman sekarang.

Pusdiklat Kementerian Agama RI Laksanakan Diklat di IAIN Parepare

IAIN Parepare--- Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kementerian Agama Republik Indonesia (RI) melaksanakan Diklat Di Wilayah Kerja (DDWK) tentang teknis penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP).



IAIN Parepare menjadi salah satu lokasi pelaksanaan Diklat selain Kendari dan Bengkulu. Sebanyak 30 peserta Diklat yang terdiri dari berbagai perwakilan ASN (Aparatur Sipil Negara) dari setiap unit yang ada di IAIN Parepare.

Musyarafah, Kepala Biro Administrasi, Umum, Akademik dan Keuangan (AUAK) IAIN Parepare mengungkapkan diklat ini dilakukan sebagai upaya peningkatan kompetensi ASN.

"Bagaimana teman-teman meningkatkan komptensi, karena setiap ASN dituntut meningkatkan kompetensi. Salah satu caranya dengan mengikuti Diklat ini," ucap Musyarafah.



Lebih lanjut Musyarafah mengajak peserta Diklat agar memanfatkan kesempatan ini dengan baik.

"Luar biasa sekali kita di Parepare ada kunjungan khusus, bagaimana pengembangan sumber daya yang ada di perguruan tinggi ini. Tentu kita harus tangkap peluang dan kesempatan yang sudah diberikan Pusdiklat," tambahnya saat memberi sambutan.

Kegiatan berlangsung mulai tanggal 26 hingga 30 November 2018 di lantai lima Aula Perpustakaan IAIN Parepare. Kegiatan Diklat dibuka secara resmi oleh Drs. H. Saeroji, MM (Kepala Pusdiklat Tenaga Administrasi Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI) yang dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).



"Kita harus tata dari awal baik dari tata kelola maupun dari akademisnya, untuk itu pada kesempatan ini kita akan melakukan MoU. MoU ini merupakan dasar kita nanti untuk pengembangan kerjasama," ucapnya sebelum membuka kegiatan.



[caption id="attachment_9218" align="alignnone" width="300"] Foto: Plt. Wakil Rektor I Muhammad Djunaidi saat menandatangani MoU[/caption]

 

Senin, 26 November 2018

Tingkatkan Kualitas Bacaan Al-Qur'an, Hima Prodi PAI Gelar Tajwid Tahsin

IAIN Parepare--- Himpunan Mahasiswa (Hima) Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) jurusan Tarbiyah dan Adab Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare menggelar Tajwid Tahsin.

Kegiatan ini dilaksanakan di gedung Tarbiyah dan Adab dengan mengusung tema Mulia dengan al-Qur'an menuju Generasi Rabbani.

Sebanyak 60 peserta yang merupakan mahasiswa Prodi PAI semester 3 sampai 5. Kegiatan berlangsung  mulai tanggal 24 s/d 25 November dan dilanjutkan tanggal 1 s/d Desember 2018. Pembagian jadwal menjadi dua pekan ini dilakukan guna menyesuaikan dengan jadwal kuliah.

Muhammad Akbar, Ketua Hima Prodi PAI mengungkapkan tajwid tahsin ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas bacaan al-Qur'an dengan baik dan benar serta meminimalisir dari penggunaan sosial media yang berlebihan.

"Menyadarkan mahasiswa PAI agar tidak terhegemoni oleh media sosial karena zaman ini status media sosial lebih menarik dibaca ketimbang al-Qur'an," ungkap Muhammad Akbar.

Adapun pemateri dalam kegiatan tajwid tahsin ini di antaranya  Muhammad Irwan, M. Pd. I, Dr. Hamsa, M. Hum dan H. Sudirman, M. A.

 

 

Rektor IAIN Parepare Sepakati MoU Bersama Rektor IAIN Surakarta

IAIN Parepare--- Kunjungan Rektor IAIN Parepare, Dr. Ahmad Sultra Rustan ke kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, Senin (26/11).



Kunjungan tersebut dalam rangka penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Rektor IAIN Surakarta, Dr. H. Mudofir tentang program sandwich, melakukan sharing terkait dengan pengelolaan anggaran IAIN dan sharing tentang rumah jurnal.





 

 

Kamis, 22 November 2018

Asisten II Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Buka Seminar Nasional dan Temu Bem/Dema Se Sulawesi

IAIN Parepare---Pembukaan seminar nasional dan temu Bem (Badan Eksekutif Mahasiswa) / Dema (Dewan Mahasiswa) se Sulawesi diikuti ratusan mahasiswa, Rabu (21/11).

Kegiatan ini dilaksanakan di Auditorium IAIN Parepare, dengan mengangkat tema sinergitas gerakan mahasiswa melawan radikalisme dan hoax dalam menjaga keutuhan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

Dalam pembukaam kegiatan tersebut, hadir Kapolda Sulawesi Selatan yang diwakili AKBP. Muh. Darwis, Kabag Kesbangpol kota Parepare Drs. H. Mustafa, Wakil Rektor III IAIN Parepare, Dr. Abu Bakar Djuddah, Kapolres kota Parepare diwakili Ipda. Marino serta Dandim 1405 Mallusetasi yang diwakili  Danramil  1405/02/Soreang.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan  yang diwakili Wakil Asisten II, Drs. Firda M. Si.

“IAIN Parepare melaksanakan seminar nasional, tentu ini kegiatan akademik yang patut kita support,” ucap Firda sebelum membacakan sambutan Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah.

[caption id="attachment_9202" align="alignnone" width="300"] Foto: Asisten II Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Drs. Firda M. Si.[/caption]

Dalam sambutan Gubernur, generasi muda diharapkan bijak dalam bersosial media dan menghindari melakukan ujaran kebencian.

“Sebegai generasi muda harus lebih pintar membedakan mana berita benar dan hoax, begitu pula dalam bermedia sosial harus dilakukan dengan bijak tanpa melakukan ujaran kebencian,” ucap Firda saat membacakan sambutan.

Selain seminar nasional juga dirangkaikan dengan temu Bem/Dema se Sulawesi. Muhammad Arafah selaku Presiden Mahasiswa IAIN Parepare mengungkapkan pentingnya pemuda untuk senantiasa aktif berdiskusi dalam forum-forum pertemuan.

“Jika pemuda hari ini senantiasa berdiskusi, senantiasa berada di forum-forum pertemuan maka yakinlah akan ada gejolak-gejelak besar untuk persentase-persentase generasi masa depan,” ungkap Arafah.

Sementara Pelaksana tugas (Plt)  Wakil Rektor III Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, Dr. Abu Bakar Djuddah dalam sambutannya memperkenalkan tagline IAIN Parepare.

“Malebbi warakkeadanna, makkiade ampena. Ini adalah tagline kami agar kami mampu mencetak generasi ke depan yang berbudi luhur, berbudi pekerti,” ucapnya.

[caption id="attachment_9200" align="alignnone" width="300"] Foto: Dr. Abu Bakar Djuddah, Plt. Wakil Rektor III Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare.[/caption]

Kegiatan ini berlangsung hingga Rabu (22/11) di lantai 5 Aula Perpustakaan IAIN Parepare dengan agenda pelaksanaan Sidang Pleno yang diikuti oleh masing-masing delegasi peserta temu Bem/ Dema se Sulawesi.

Rabu, 21 November 2018

Workshop Manajemen Zakat dan Wakaf, Beri Edukasi Mahasiswa

IAIN Parepare--- Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf jurusan Syariah dan Ekonomi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare menggelar workshop manajemen Zakat dan Wakaf di Aula IAIN Parepare, Rabu (21/11).



Ketua Panitia, Hj. Sunuwati  mengungkapkan workshop yang dihadiri ratusan peserta ini dilaksanakan guna memberi edukasi yang intensif melalui  tema membincang zakat dan wakaf dalam bingkai pemikiran Islam.

"Diharapkan mahasiswa mampu memiliki pengetahuan tentang dasar pemikiran zakat yang kemudian bisa diaplikasikan dalam praktik terutama manajemen pengelolaan dan teknik perhitungan zakat," harapnya.



Dengan mengahadirkan Prof. Dr. H. M. Qasim Mathar, M. A, sebagai salah satu narasumber, Rektor IAIN Parepare Dr. Ahmad Sultra Rustan mengakui pemikiran narasumber yang sangat luar biasa. "Beliau adalah tokoh yang moderat dan pluralis, tokoh yang dibutuhkan di era mileneal," ucapnya sebelum membuka kegiatan.



Ahmad yang juga menjadi narasumber pada kegiatan tersebut mengajak peserta untuk tidak mudah memberi penilain (judge) kepada orang lain.

"Pemikiran-pemikiran yang beliau hasilkan kadang tidak mampu dicerna oleh mereka pada zaman itu sehingga mereka menganggap bahwa beliau adalah tokoh kontroversi padahal setelah kita lihat perkembangan, apa yang beliau katakan 1 atau 2 tahun yang lalu ternyata baru terbukti pada saat ini. Jadi jangan cepat memberi penilaian tetapi kajilah, analisislah, semua apa yang disampaikan oleh narasumber kita ini," pesannya.

Selain itu, sebagai Rektor IAIN Parepare Ahmad juga mengungkapkan akan mengambil kebijakan untuk membentuk lembaga pengelolah zakat profesi karyawan dan dosen dalam lingkup IAIN Parepare.

 



Sementara Professor Qasim Mathar mengajak para peserta workshop agar bepikir kreatif serta pentingya bemitra dengan Saintek. "Tidak ada gunanya spanduk, slogan, tagline kalau saudara tidak bekerja dengan saintek. Sains dan Teknologi (Saintek) yang bisa mengubah semuanya termasuk keyakinan-keyakinan keagamaan. Kalau kita tidak bermitra dengan Saintek maka pandangan keagaamaan kita pastilah akan tetap mundur," jelas Professor Qasim.