Minggu, 30 September 2018

Aksi Sosial, HMJ Dakom Peduli Korban Gempa Tsunami

IAIN Parepare—Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Dakwah dan Komunikasi menggelar aksi penggalangan dana untuk para korban bencana alam gempa dan tsunami yang terjadi di Donggala, Palu Sulawesi Tengah.

Yurham ketua HMJ Dakom (Dakwah dan Komunikasi) mengungkapkan aksi tersebut merupakan aksi gabungan dari HMJ Dakom bersama Hima Prodi (Himpunan mahasiswa program studi) jurusan Dakwah dan Komunikasi seperti Hima prodi komunikasi penyiaran Islam, bimbingan konseling Islam, manajemen dakwah, pengembangan masyarakat Islam, sosiologi agama dan Hima Prodi jurnalistik Islam.

“Mengingat bencana yang terjadi di Sulawesi Tengah, teman-teman kita yang ada di Donggala Palu, tersentak hati teman-teman sehingga dengan semangat persaudaran dan kemanusiaan kami turun aksi penggalangan dana di jalan,” ungkapnya saat diwawancarai via whatsapp, (30/09).

[caption id="attachment_8893" align="alignnone" width="300"] Foto: dibantu oleh polisi setempat[/caption]

Aksi penggalangan dana berlangsung mulai pagi sampai sore hari pada titik lokasi target sekitaran pasar Lakessi, jalan jenderal Sudirman, Mattirotasi dan jalan Bau Massepe dan akan dilanjutkan pada hari Senin (01/10) di area kampus. Tidak hanya berupa uang sumbangan, masyarakat juga turut ikut menyumbang dalam bentuk sembako maupun pakaian.



Menurut Yurham, dana yang terkumpul akan segera disumbangkan baik melalui ACT (Aksi Cepat Tanggap) Darurat maupun melalui jalur transportasi laut yang tersedia di pelabuhan kota Parepare.

[caption id="attachment_8898" align="alignnone" width="300"] Info[/caption]

“Kami turun aksi penggalangan dana, mudah-mudahan mampu membantu dan meringankan beban teman-teman disana,” tambah Yurham.

Porda Sulsel XVI: Mahasiswa IAIN Parepare Kembali Raih Emas dalam Cabang Olaraga Kempo

IAIN Parepare--- Kabar membanggakan kembali datang dari mahasiswa IAIN Parepare atas prestasi yang diraih dalam kegiatan Pekan olaraga Daerah Sulawesi Selatan (Porda Sulsel) XVI.

Lima orang  yang tergabung dalam lembaga organisasi kemahasiswaan Perkemi Dojo IAIN Parepare yang mewakili  kota Parepare, kabupaten Pinrang dan kabupaten Luwu ikut dalam kegiatan Porda tersebut.

Empat orang diantaranya berhasil meraih 1 medali emas, 1 medali perak dan 2 medali perunggu dalam cabang olaraga Kempo. Adapun peraih medali emas yaitu Rahmatiah, Surianti Firman (perak), Khusnul Khotimah (perunggu) dan Abdul Wahab (perunggu).

Rahmatiah sebagai peraih medali emas mengungkapkan kesyukuran atas pencapaiannya. “Alhamdulillah berkat doa dan semangat dari orangtua, pelatih dan teman-teman.  Medali ini saya persembahkan untuk mereka yang tidak berhenti menyemangati saya. Ke depannya mungkin saya ingin fokus dulu ke pendidikan, tapi Kempo tetap jalan. Bagi saya, karir dan pendidikan sama pentingnya,” tegasnya.

Sementara Ketua Perkemi Dojo IAIN Parepare, Adi Irwandi turut bersyukur dan berterima kasih kepada para pelatih yang telah bekerja keras untuk mendidik para atlet.

[caption id="attachment_8887" align="alignnone" width="300"] Foto kelima mahasiswa yang mewakili kabupaten/kota[/caption]

“Saya harap prestasi yang didapatkan oleh para anggota yang mengikuti kegiatan Porda Sulsel XVI  di kabupaten Pinrang ini, agar senantiasa bersyukur serta semangat latihan, dapat meningkatkan prestasinya dan  anggota yang lain dapat termotivasi, lebih giat lagi berlatih sehingga dapat mengikuti jejak anggota yang telah berhasil mengharumkan nama organisasi pada khususnya dan juga nama IAIN Parepare,” ungkap Adi Irwandi saat diwawancarai via whatsapp (Senin, 01/10).

Workshop Pendidikan QMT sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Tenaga Pendidik

IAIN Parepare--- Program studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris jurusan Tarbiyah dan Adab Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare menggelar workshop pendidikan Quantum Miracle Teaching (QMT) di lantai 5 gedung Perpustakaan IAIN Parepare, Minggu (30/09).

Hadir pemateri CEO Sinergi Motiva Indonesia, Sardin Damis. Ia merupakan CEO Sinergi Motiva Indonesia (Motivator Pendidikan penulis buku QMT Public Speaker).



Sebanyak 91 peserta yang terdiri dari mahasiswa IAIN Parepare(calon guru), guru serta dosen. Para peserta merupakan alumni STAIN Parepare yang  kini berubah menjadi IAIN Parepare maupun tamu undangan yang berasal dari berbagai daerah mulai dari dalam kota Parepare hingga luar kota seperti kabupaten Sidrap, Pinrang dan Polman.

Menurut Mujahidah selaku Ketua penanggungjawab Prodi Pendidikan Bahasa Inggris pelaksanaan workshop tersebut sebagai wujud komitmen serta tanggungjawab dalam peningkatan kualitas pendidikan.

“Sebagai penanggungjawab prodi pendidikan bahasa Inggris kami merasa ikut bertanggungjawab dalam meningkatkan kualitas pendidikan khususnya kepada tenaga pendidik ataupun yang memang secara langsung adalah output  dari jurusan Tarbiyah IAIN Parepare,” jelasnya saat menyampaikan laporan.



Lebih lanjut Mujahidah mengungkapkan pelaksanaan workshop Quantum Miracle Teaching  dapat dijadikan sebagai model inovasi pengajaran.

“Kami menfasilitasi para mahasiswa sebagai calon guru, guru dan dosen dalam meningkatkan kualitas mereka dalam kegiatan Quantum Miracle Teaching. Model Quantum miracle teaching ini adalah model inovasi pengajaran terbaru yang perlu diketahui dan menjadi bekal pada guru dalam proses belajar mengajar,” tambah Mujahidah.



Ketua jurusan Tarbiyah dan Adab IAIN Parepare, Bahtiar sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Bahtiar melihat kegiatan tersebut sebagai wujud kepedulian terhadap calon tenaga guru baik itu mahasiswa, alumni kampus, serta para tenaga pendidik yang turut hadir menjadi peserta workshop.

Sementara Pelaksana tugas (Plt) Wakil Rektor I bidang Akademik dan Kelembagaan, Muhammad Djunaidi yang turut hadir membuka kegiatan menjelaskan pentingnya mahasiswa memiliki kompetensi yang dibuktikan dalam SKPI (Surat Pendamping Ijazah).



“Ijazah-ijazah S1 sekarang itu harus didampingi dengan SKPI, apa yang tercantum didalamnya mengenai kemampuan apa, kompetensi apa  yang dimiliki oleh pemilik ijazah. Itulah yang dilihat oleh pemakai dalam rangka rekruitmen tenaga kerja,” jelas Muhammad Djunaidi saat memberi sambutan.

[caption id="attachment_8884" align="alignnone" width="300"] Penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) antara IAIN Parepare dengan CEO Sinergi Motiva Indonesia[/caption]

Kamis, 20 September 2018

Dosen IAIN Parepare jadi Open dan Invited Panel AICIS 2018

IAIN Parepare---- Pada kegiatan AICIS ke 18 kali ini beberapa dosen menjadi Open Panel dan Invited Panel salah satunya H. Islamul Haq, Lc, MA yang membahas Studi Filologi terhadap Kitab "At Taaqqubat Ala Al Muhimmat" karya Syekh Ahmad bin Imad bin Yusuf bin Abdunnabi Abu Al Abbas Syihabuddin Al Afqahasi (19/09).

[caption id="attachment_8870" align="alignnone" width="300"] Foto sisi kanan: H. Islamul Haq, Lc, MA[/caption]

Pentinganya studi filologi terhadap naskah kitab "At taaqqubaat ala Almuhimmat" mengingat kitab tersebut adalah kitab dalam mazhab Syafii yang notabene merupakan mazhab yang dipegangi mayoritas masyarakat Indonesia.

Sementara, Invited Panel ibu Dr. Zulfah, M. Pd, membahas tentang model program bilingual berdasarkan fungsi bahasa guru, yakni penggunaan dua bahasa yaitu bahasa Indonesia sebagai bahasa instruksional dan bahasa Inggris sebagai bahasa manajerial.

[caption id="attachment_8872" align="alignnone" width="300"] Foto: Urutan kedua kiri, Dr. Zulfah, M. Pd[/caption]

"Bahasa instruksional adalah ujaran yang terkait dengan materi ajar sementara bahasa manajerial adalah ujaran yang terkait dengan manajemen kelas atau kontrol atas perilaku siswa di kelas. Menurut hasil uji coba desain ini efektif meningkatkan hasil belajar siswa,"jelas Zulfah.

Penulis: Nining Artianasari

 

AICIS 2018: Evaluasi PW dan Forum Direktur Pascasarjana

IAIN Parepare---- Annual Internatioanl Conference Studies yang ke 18 menjadi sebuah momentum bagi Perguruan Tinggi Islam dalam melaksanakan pertemuan sama halnya yang diikuti oleh Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama, Dr. Abu Bakar Juddah, M. Pd yakni membahas, pertama tentang evaluasi Perkemahan Wirakarya (PW) UIN Riau, kedua pionir di UIN Malang dan pelaksanaan PBAK masing-masing PTKIN dan terakhir student mobility program (SMP), Selasa (18/09).

Bukan hanya itu, selain Wakil Rektor III para Direktur Pascasarjanapun melaksanakan pertemuan yang dipimpin langsung oleh Prof. Arskal Salim yang mengatakan beberapa hal diantaranya, pertama kembalikan marwah pascasarjana sebagai tempat perkembangan pemikiran, Islamic studies. Kedua, peningkatan kualitas dosen melalui penelitian. Ketiga, program guru besar mengajar atau dosen tamu selama satu bulan. Keempat, manajemen pengelolaan pascasarjana terkait Ortaker (Organisasi dan Tata Kerja) untuk keseragaman apakah Fakultas pascasarjana atau Sekolah Pascasarjana.

Sementara pada forum direktur pascasarjana Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Se-Indonesia tema yang diangkat "Meningkatkan Mutu Akademik berbasis Kerjasama Internasional" membahas beberapa hal penting yang terkait dengan peningkatan kualitas pascasarjana sehingga memiliki daya saing bukan hanya tingkat regional tetapi juga internasional. Forum ini dihadiri direktur pascasarjana PTKIN seluruh Indonesia, termasuk salah satu perwakilan Direktur Pascasarjana IAIN Parepare, Dr. H. Muhammad Saleh, M. Ag selaku Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis IT.



Selain itu juga dibahas mengenai kurikulum pascasarjana, dimana diharuskan untuk merumuskan kurikulum berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), sehingga orientasi pembelajaran sesuai dengan rumusan capaian yang diharapkan, diperlukan pula adanya Student Center Learning (SCL) dan CP.



Penulis: Nining Artianasari

Rabu, 19 September 2018

Kepala Biro AUAK IAIN Parepare, Ajak Tingkatkan Kinerja

IAIN Parepare--- Puluhan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam lingkup AUAK (Administrasi, Umum, Akademik dan Keuangan) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare mengikuti pertemuan tatap muka bersama Kepala Biro AUAK IAIN Parepare, Selasa (18/09).

[caption id="attachment_8861" align="alignnone" width="300"] Lokasi: Ruang seminar Pascasarjana IAIN Parepare[/caption]

Kepala Administrasi, Umum, Akademik dan Keuangan (AUAK) IAIN Parepare, Hj. Musyarafah, S. Sos, M. Si merupakan pejabat baru di lingkup IAIN Parepare yang baru-baru ini dilantik langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia.



"Satu bulan ini saya masih mempelajari situasi dan kondisi yang ada di kampus ini dan tepatnya pertemuan ini saya memang ingin lebih dekat dengan teman-teman untuk nantinya kita saling sharing (berbagi) pengalaman tugas. Harapannya kita sama-sama membangun ide-ide atau gagasan-gagasan positif dalam rangka pengembangan institut kita,"harap Musyarafah, Kepala Biro AUAK IAIN Parepare.

Selain itu, pertemuan tersebut juga menjadi ajang penyamaan persepsi antara pegawai sehingga diharapkan adanya peningkatan kinerja demi pengembangan IAIN Parepare yang lebih baik.

 

 

Alih Status Jadikan sebagai Hijrah bagi PTKI

IAIN Parepare--- Pada pembukaan Annual International Conference on Islamic Studies ke 18 Menteri agama juga menyampaikan kepada seluruh pimpinan PTKI (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam) bahwa dalam konteks kementerian agama seperti yang diketahui dalam beberapa tahun terakhir sejumlah PTKI mengalami penguatan penguatan struktural yang cukup signifikan dimana Sekolah Tinggi menjadi Institut dan sejumlah Institut menjadi Universitas (18/09).



"Saya sangat sering tegaskan pada pimpinan kampus bahwa transformasi tersebut hendaknya tidak semata dipahami sebagai peningkatan penambahan anggaran atau penambahan jumlah program studi belaka namun lebih dari itu adalah hijrah. Yang ingin saya tegaskan bahwa dalam memanfaatkan momentum tahun baru Hijriah ini alih status dari Sekolah Tinggi menjadi Institut dan sejumlah Institut menjadi Universitas hakikatnya adalah hijrah," jelas Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin.



Lebih lanjut Menteri Agama menjelaskan hijrah perguruan tinggi Islam dari penekanan awal sebagai lembaga dakwah ilmu-ilmu agama menjadi Institut yang memiliki tradisi riset.

"Kampus yang mampu mengintegrasikan ilmu-ilmu keislaman dengan sains dan teknologi serta rumah yang nyaman bagi dosen dan peneliti untuk menghasilkan temuan-temuan berkualitas yang dapat memberikan kontribusi bagi pengetahuan dan keilmuan global", tambahnya.

"Kita perlu tunjukkan bahwa buku kita juga bisa diterbitkan oleh penerbit-penerbit dari luar negeri dan artikel yang kita tulis tidak hanya tersimpan di rak pribadi melainkan bisa terbit juga di jurnal-jurnal nasional dan internasional"


-Lukman Hakim Saifuddin-


Menteri Agama Republik Indonesia



 

Penulis: Nining Artianasari